Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum yang dinantikan oleh masyarakat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus mempererat hubungan sosial di lingkungan masyarakat. Tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat desa sering kali menjadi ruang interaksi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemerintah daerah, hingga generasi muda. Hal tersebut juga terlihat dalam rangkaian kegiatan Pawai Obor dan Safari Ramadhan di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) tidak hadir sebagai pelaksana utama program, melainkan membersamai masyarakat dalam menyukseskan kegiatan keagamaan desa. Kehadiran mahasiswa KKN-T 03 UGJ diharapkan mampu memberikan dukungan serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut.
Tradisi Pawai Obor sebagai Pembuka Rangkaian Ramadhan
Pawai obor menjadi kegiatan pembuka dalam rangkaian acara Ramadhan di Desa Winong. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Februari 2026 dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga tokoh masyarakat.
Masyarakat berkumpul di titik awal yang telah ditentukan sebelum kemudian berjalan bersama menyusuri jalan desa sambil membawa obor. Suasana malam yang diterangi cahaya obor menciptakan nuansa religius sekaligus kebersamaan yang sangat terasa di tengah masyarakat. Sepanjang perjalanan, peserta pawai juga melantunkan shalawat dan takbir sebagai bentuk syiar dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Mahasiswa KKN-T 03 UGJ turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan membantu proses persiapan serta mendampingi jalannya kegiatan bersama panitia desa. Kehadiran mahasiswa KKN-T 03 UGJ dalam pawai obor menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan yang telah berlangsung secara turun-temurun.
Safari Ramadhan Bersama Bupati dan Wakil Bupati Cirebon
Sebagai puncak kegiatan, Desa Winong menjadi lokasi pelaksanaan Safari Ramadhan bersama Bupati dan Wakil Bupati Cirebon pada tanggal 27 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat karena memberikan kesempatan untuk bersilaturahmi secara langsung dengan pemerintah daerah.
Safari Ramadhan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti sambutan dari tokoh masyarakat dan pemerintah desa, tausiyah, serta buka puasa bersama. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan shalat Maghrib dan Tarawih berjamaah yang diikuti oleh masyarakat Desa Winong.
Mahasiswa KKN-T 03 UGJ dalam kegiatan ini turut membantu jalannya acara, mulai dari mendukung koordinasi kegiatan hingga membersamai masyarakat selama rangkaian acara berlangsung. Keterlibatan mahasiswa KKN-T 03 UGJ menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berbentuk program baru, tetapi juga dapat dilakukan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat yang sudah ada.
Makna Kebersamaan dalam Kegiatan Ramadhan
Kegiatan Pawai Obor dan Safari Ramadhan tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga memiliki makna sosial yang kuat bagi masyarakat desa. Tradisi ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran pemerintah daerah dalam Safari Ramadhan juga menjadi bentuk perhatian dan kedekatan pemerintah dengan masyarakat desa. Interaksi yang terjalin dalam kegiatan tersebut membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam suasana yang lebih hangat dan kekeluargaan.
Bagi mahasiswa KKN-T 03 UGJ, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman penting dalam memahami dinamika sosial masyarakat desa. Dengan membersamai masyarakat dalam kegiatan keagamaan, mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta pentingnya menjaga tradisi lokal.
Penutup
Rangkaian kegiatan Pawai Obor pada 17 Februari 2026 dan Safari Ramadhan pada 27 Februari 2026 di Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon menjadi salah satu contoh kegiatan yang memperlihatkan kuatnya nilai kebersamaan dalam masyarakat desa. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Ramadhan, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan masyarakat, pemerintah daerah, dan mahasiswa KKN-T 03 UGJ.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 03 UGJ berkesempatan untuk membersamai masyarakat dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan dan menjadi bagian dari upaya menjaga harmoni sosial serta nilai religius di tengah masyarakat.