Di Desa Winong terdapat se rumpun bambu tutul yang tumbuh di dekat sebuah kuburan. Masyarakat Desa Winong menyebutnya dengan nama bambu “GRANGGANG” yang konon hanya terdapat di Desa Winong dan tidak dapat ditemukan di daerah lain.
Asal mula nama Winong sendiri berasal dari kata “UWI NAON” dari bahasa Sunda yang artinya “bambu apa”. Diceritakan ada seorang pendatang dari daerah Sunda yang tertarik dengan bambu tutul tersebut, lalu bertanya dalam bahasa Sunda “pak, ari ieu téh uwi naon?”. Sesepuh desa dan warga setempat menyangka orang tersebut memberi nama pada wilayah yang mereka tempati.
Karena saat itu wilayah tersebut belum memiliki nama, maka ucapan tersebut diabadikan menjadi nama desa: dari “UWI NAON” kemudian menjadi “WINONG”. Sampai dengan saat ini mayoritas penduduk Desa Winong menganut agama Islam dan bekerja sebagai petani.